PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2015/2016

SMP Negeri 3 Wonogiri menerima pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2015/2016,
dengan ketentuan sebagai berikut:

I. Syarat Penfaftaran


1. Foto copy STTB/Ijazaf SD/MI disyahkan oleh Kepala sekolah
2. Sertifikat Hasil Ujan Nasional (SHUN) asli
3. 2 lembar pas photo ukuran 3 X 4
4. Foto kopi NISN
5. Sertifikat Kejuaraan asli dalam bidang akademik/Olah Raga/Kesenian, dll. (bagi yang memiliki)

II.    Waktu dan Tempat Pendaftaran

1. Waktu pendaftaran : Tgl. 22 s.d 25 Juni 2015, mulai pukul 08.00 s.d. pukul 12.00 WIB
2. Tempat pendaftaran di SMP Negeri 3 Wonogiri, Jalan Ki Mangnsarkoro No. 59 Wonogiri Telepon (0273) 321022

III.  Pengumuman Hasil Seleksi


1. Waktu : Rabu, 01 Juli 2015 pukul 09.00 s.d 12.00 WIB
2. Tempat: di SMP Negeri 3 Wonogiri

IV.  Pendaftaran Ulang


Waktu pendaftaran ulang, tanggal 2 s.d. 3 Juli 2015 pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB
Tempat : di SMP Negeri 3 Wonogiri

IV.  Penilaian Peringkat (Ranking) Penerimaan Peserta Didik

a. Akademis
Nilai SHUN ( 3 mapel  )
Skor A
b. Bonus Prestasi  
Skor B
c. Nilai Akhir                  
Total = A+B

VI. Tahun Pelajaran 2015/2016 SMP Negeri 3 Wonogiri menerima 256 siswa, terdiri 

1 kelas Olah Raga
1 kelas Seni Budaya
1 kelas Unggulan
5 kelas reguler

Tata Cara Pendaftaran


Peserta datang sendiri lalu memasuki ruangan yang telah disediakan (tiap ruang berisi 30 pendaftar)
Mengisi formulir yang telah disediakan
Melengkapi seluruh persyaratan, dimasukkan ke dalam stofmap dan diserahkan kepada petugas
   
0 Read More »

FOTO-FOTO KEGIATAN

Posted On // Leave a Comment
Kegiatan Siswa SMP Negeri 3 Wonogiri
[Read more]

Anies Baswedan : Guru Akan Mendapatkan Beberapa Keistimewaan

Posted On // Leave a Comment
Menteri Pendidikan Anies Baswedan merupakan tokoh muda yang fenomenal, karirnya sebagai akademisi yang cemerlang mengantarkannya sebagai menteri pendidikan Republik Indonesia, tak hanya sebagai akedimisi tapi Anies Baswedan telah banyak bergerak di bidang sosisal kemasyarakatan, salah satu yang menonjol adalah Gerkan Indonesia Menngajar yang digagasnya dipandang cukup berhasil dan mencuri perhatian kalangan pemerhati pendidikan dari berbagia negara.

Selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan menyampaikan, salah satu prioritasnya ialah mengembalikan marwah guru. Gerakan penghormatan kepada guru, kata Anies, harus implimentasikan dari segala lini dan tak hanya sekadar seremoni serta dalam bentuk materi saja.

“Bulan ini saya akan launching Gerakan Hormati Gurumu. Banyak hal yang harus dilakukan. Saya ingin buat gerakan untuk guru, tidak hanya sebagai program,” ujar Anies,

Anies mengharapkan bentuk penghormatan terhadap guru dilakukan dalam banyak hal yang melibatkan masyarakat dalam cakupan besar. Saat ini, kata Anies, ia tengah mengupayakan program diskon toko buku bagi guru hingga prioritas boarding naik ke pesawat terbang. Meski sederhana, keistimewaan ini dinilai akan menumbuhkan kesadaran bagi banyak orang bahwa keberadaan mereka sekarang tidak bisa lepas dari peran guru yang telah mendidiknya.

“Apa susahnya sih kasih diskon buat guru untuk semua urusan. Datang ke toko buku, datang ke toko apa pun dapat keringanan. Kalau guru mau terbang, izinkan dulu guru boarding. Saya mau ngomong ke CEO airline, biar semua orang di tempat itu sadar bahwa saya bisa duduk di tempat itu karena guru,” ujar penggagas Gerakan Indonesia Mengajar itu.

“Jadi menghormati guru tidak hanya sekadar menaikkan revenue,diupacarakan, tapi gerakan seluruh rakyat, mari kita ramai-ramai. Maka dari itu, sifatnya jangan uang,” katanya.

Dengan membudayakan penghormatan kepada guru mulai dari hal-hal kecil, Anies menilai suasana belajar pun akan berubah. Sementara, peran negara dalam gerakan ini, kata Anies, tetap sebagai pemberi fasilitas dan pendorong gerakan masyarakat.

“Bagian kami (Pemerintah-red) kasih insentif pajak, tapi yang bergerak di depan ya seluruh rakyat Indonesia. Ini memungkinkan karena ada kemajuan ekonomi dan memungkinkan bahwa ada lapisan menengah baru di Indonesia. Kalau dulu enggak bisa karena semua miskin, karena itu hanya negara yang bisa melakukan,” kata Anies. (Sumber : http://nasional.kompas.com/)
[Read more]

MENGGALI INSPIRASI DARI POLISI

Posted On // Leave a Comment
Dihari Sabtu (14/2) Kepala SMP Negeri 3 Wonogiri, Drs.Tarmo,M.Pd. kembali membuat kegiatan yang mengundang perhatian warga sekolah. Kalau biasanya yang datang adalah tentara dari Kodim Wonogiri dalam rangka meningkatkan penegakan disiplin dikalangan siswa melalui kegiatan Baris Berbaris. Kali ini berbeda, yang datang adalah serombongan Polwan dari Polres Wonogiri dan diikuti oleh 19 Akpol dari semarang semester IV yang saat ini sedang melakukan kegiatan di Polres Wonogiri. Kedatangan Anggota Polwan dari Polres Wonogiri dan Akpol tingkat akhir, sengaja diundang oleh Kepala Sekolah khusus untuk memberikan suntikan semangat, dorongan, dan inspirasi bagi siswa SMP Negeri 3 Wonogiri. Kegiatan itu berlangsung selama 2 jam dimulai pukul 07.00 WIB dengan terlebih dahulu pemberian nasihat secara umum dilapangan upacara oleh anggota Polisi Polres Wonogiri tentang arti pentingnya penanaman semangat belajar dan disiplin. Selanjutnya kegiatan dibagi menjadi 2 kelompok, kelas 9 di aula dengan dengan dipandu 2 anggota Akpol dan untuk kelas 7 dan 8 masuk kelas masing-masing dipandu masing-masing 2 anggota Akpol. Kegiatan yang paling hidup ketika 2 anggota Akpol dengan piawai memberikan pengalaman-pengalaman dan informasi seputar pengalaman ke Akpolan dan indonesia masa depan di hadapan 203 siswa kelas 9. Suasana kelihatan meriah, menyenangkan dan penuh dengan tanya jawab. Kegiatan berakhir pada pukul 09.00 sesuai dengan waktu yang telah disepakati
[Read more]

Pelantikan Pengurus OSIS Tahun Pelajaran 2014/2015

Posted On // Leave a Comment
Bertepatan dengan hari Pahlawan tahun 2014 pengurus baru OSIS SMP Negeri 3 Wonogiri di lantik.
Kepala SMP Negeri 3 Wonogiri Drs. Tarmo,M.Pd.di hadapan seluruh siswa dan guru/karyawan menyerahkan bendera OSIS dar pengurus lama kepada pengurus baru.
Susunan lengkap pengurus OSIS tahun pelajaran 2014/2015 sebagai berikut:



Ketua   Umum              : AISYAH RAYHAN RINKA PRATIWI             Kelas : VIII G
Wakil Ketua 1.             : CALVIN LUTFI I.                                                  Kelas : VIII F
Wakil Ketua 2.             : MUHAMMAD FIQIH NURLUQMAN                 Kelas : VII  F

Sekretaris I                   : ARDIKA PUTRA BIMANTORO                          Kelas : VIII E
Sekretaris II                  : DEARISTA RANADHANI                                    Kelas : VIII G

Bendahara I                  : ZALFA NADIFA PUTRI                                       Kelas : VIII C
Bendahra II                   : MUSTIKA KUMALA DEWI                                 Kelas : VIII B

Sekretaris Bidang      :
I. Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  1.  ANGGUN PRASASTI                                                           Kelas : VIII E
  2.  CANDRA WAHYU SAPUTRA                                            Kelas :  VIII B
  3. MUHAMMAD IQMAL                                                          Kelas : VII  B
  4. NURUL QOLBI                                                                      Kelas : VII  B
II. Kehidupan Berbangsa dan Bernegara :
  1.  BARUNA ADI                                                                       Kelas : VIII B
  2.  ARDIAN PUTRI UTAMI                                                       Kelas : VIII D
  3. MUHAMMAD RIZKY FEBRIANTO                                    Kelas : VII  C
  4. AGUSTINE DIAH KUMALA D.                                            Kelas : VII  E
III. Pendidikan Pendahuluan Bela Negara :
  1. YOSAKA PUTRA A                                                              Kelas : VIII E
  2. CHANTIKA PUTRI  VANADIA                                            Kelas : VIII B
  3. M.M SHEVA NUR SAHID                                                    Kelas : VII  C
  4. TASYRIFA AFANIN SHAVA                                               Kelas : VII  G
IV. Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur :
1. LOUIS BERTRAND BINTANG T.                                          Kelas : VIII E
2. ICA FADYA LISTYANI                                                          Kelas : VIII A
3. JODHI RHENALD ARISKA                                                    Kelas : VII  D
4. ANASTASIA PUTRI SETYAWATI                                         Kelas : VII  G
V. Organisasi Pendidikan Politik dan Kepemimpinan:
1. RIKY PRASETYO                                                                    Kelas : VIII A
2. AGUSTIN TRI HANDAYANI                                                 Kelas : VIII E
3. DIAN RATNASARI                                                                 Kelas : VII  D
4. DEAN PUTRO PRASETYO                                                     Kelas : VII  B
VI.  Ketrampilan dan Kewiraswataan :
1. PRAMUDYA ANANTA SAPUTRA                                        Kelas : VIII G
2. ANDHITA                                                                                 Kelas :  VIII F
3. SAALSABILA SHEVA MAHARANI                          Kelas : VII  H
4. NAKIA MALFIA WIMBA                                                       Kelas : VII  G
VII. Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi :
1. IWANA LUKMAN                                                                  Kelas : VII  E 
2. RINA AYU A.                                                                           Kelas : VIII C
3. DIMAS GUSTI SUMIRAT                                                       Kelas : VII  G
4, AGNES KARTIKA PUTRI                                                       Kelas : VII  C
VIII.  Persepsi, Apersepsi dan Kreasi Seni :
1. BAGAS FEBRIYONO                                                              Kelas : VIII A
2. ISTAQSHAARI KUSUMA WARDANI                                   Kelas : VIII A
3. LUGAS SYAHID AFRIYANSYAH                                         Kelas : VII  A
4. JESI SORAYA                                                                          Kelas : VII  A


[Read more]

Unsur Intrinsik Cerpen

Posted On // Leave a Comment
Tema cerita
Tema merupakan gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra 
Tema disaring dari motif- motif yang terdapat dalam karya yang bersangkutan yang menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa, konflik, dan situasi tertentu. Tema dalam banyak hal bersifat ”mengikat” kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa, konflik serta situasi tertentu termasuk berbagai unsur intrinsik yang lain. Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita, maka tema pun bersifat menjiwai seluruh bagian cerita itu. Tema mempunyai generalisasi yang umum, lebih luas dan abstrak.
Alur Cerita
Sebuah cerpen menyajikan sebuah cerita kepada pembacanya. Alur cerita ialah peristiwa yang jalin-menjalin berdasar atas urutan atau hubungan tertentu. Sebuah rangkaian peristiwa dapat terjalin berdasar atas urutan waktu, urutan kejadian, atau hubungan sebab-akibat. Jalin-menjalinnya berbagai peristiwa, baik secara linear atau lurus maupun secara kausalitas, sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh, padu, dan bulat dalam suatu prosa fiksi.
Plot ialah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab-akibat, peristiwa yang disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain.Plot ialah peristiwa-peristiwa yang ditampilkan dalam cerita yang tidak bersifat sederhana, karena pengarang menyusun peristiwa-peristiwa itu berdasarkan kaitan sebab-akibat bahwa alur cerita ialah jalinan peristiwa yang melatari sebuah prosa fiksi yang dihubungkan secara sebab-akibat.
Penokohan
Dalam pembicaraan sebuah cerita pendek sering dipergunakan istilah-istilah seperti tokoh dan penokohan, watak dan perwatakan, atau karakter dan karakterisasi secara bergantian dengan menunjuk pengertian yang hampir sama. Tokoh cerita ialah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama , yang oleh pembaca ditafsirkan memilki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diespresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Sedangkan penokohan ialah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita
Penokohan sekaligus mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca. Penokohan sekaligus menunjuk pada teknik perwujudan dan pengembangan tokoh dalam sebuah cerita.
Latar
Sebuah cerita pada hakikatnya ialah peristiwa atau kejadian yang menimpa atau dilakukan oleh satu atau beberapa orang tokoh pada suatu waktu tertentu dan pada tempat tertentu. Latar ialah penempatan waktu dan tempat beserta lingkungannya dalam prosa fiksi
a. Latar Tempat
Latar tempat mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu serta inisial tertentu.
b. Latar Waktu
Latar waktu berhubungan dengan masalah ” kapan ” terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Masalah ”kapan” teersebut biasanya dihubungkan dengan waktu
c. Latar Sosial
Latar sosial mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Tata cara kehidupan sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam lingkup yang cukup kompleks serta dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap. Selain itu latar sosial juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang bersangkutan.
Sudut Pandang
Sudut pandang merupakan strategi, teknik, siasat, yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya. Segala sesuatu yang dikemukakan dalam karya fiksi memang milik pengarang, pandangan hidup, dan tafsirannya terhadap kehidupan. Namun kesemuanya itu dalam karya fiksi disalurkan lewat sudut pandang tokoh, lewat kacamata tokoh cerita. Sudut pandang adalah cara memandang tokoh-tokoh cerita dengan menempatkan dirinya pada posisi tertentu.
[Read more]